Assalamualaikum...Selamat Datang di My Dreams Come True Blog........Semoga Semua Isi Dalam Blog Ini Bermanfaat.........Terimaksih Atas Kunjungannya, Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Anda di Blog Ini.....Wassalamualaikum

Rabu, 05 September 2012

Akromegali, Gigantisme dan Kretinisme

08.29.00



Akromegali, Gigantisme dan Kretinisme 


Akromegali dan gigantisme merupakan penyakit kronis dan progresif yang ditandai dengan disfungsi hormonal dan pertumbuhan skeletal yang mengejutkan. Akromegali terjadi setelah penutupan epifiseal, sehingga menyebabkan penebalan tulang, pertumbuhan dan viseromegali melintang.

Gigantisme mulai terjadi sebelum penutupan epifiseal dan menyebabkan pertumbuhan proporsional berlebihan disemua jaringan tubuh. Perbedaan akromegali dan gigantisme yaitu jika akromegali berkembangnya perlahan-lahan, sebaliknya dengan gigantisme yang berkembang secara tiba-tiba dan sangat cepat.

Penyebab :

1. Lesi pituitari ekstrapiramidal atau tumor lain yang menyebabkan sekresi hormon pertumbuhan manusia (human growth hormone-hGh) yang berlebihan.

2. Sekresi hGh yang berlebihan yang membuat seluruh bagian tubuh berubah sehingga menyebabkan akromegali. Jika sekresi yang berlebihan ini terjadi sebelum masa pubertas, penderita mengalami gigantisme.

3. Kemungkinan juga ada pengaruh genetik (keturunan)

4. Adenoma somatotropik

Tanda Dan Gejala :

I. Akromegali
Tanda dan gejalanya meliputi :

akromegali hastalığı1. Artopati

2. Sindrom terowongan karpal (carpal tunnel syndrome

3. Otot proksimal lemah

4. Letih

5. Acanthosis nigricans (tumbuhnya kutil halus yang jinak dan hiperpigmentasi yang muncul dikulit aksila (ketiak), leher dan daerah anogenital).

6. Skin tag

7. Kulit berminyak

8. Pertumbuhan kartilago dan jaringan ikat yang berlebihan

9. Daerah supraorbital membesar, telingan dan hidung menebal

10. Tonjolan rahang yang jelas terlihat yang bisa mengganggu proses mengunyah

11. Suara terdengar dalam dan bergaung

12. Jari-jari tangan menebal

13. Penyakit arteri koroner

14. Kardiomiopati yang disertai aritmia, hipertrofi ventrikular kiri, dan fungsi diastolik menurun

15. Hipertensi

16. Obstruksi jalan napas atas yang disertai sleep apnea

17. Viseromegali yang merata, meliputi kardiomegali, makroglosia dan pembesaran kelenjar tiroid

18. Dada seperti tong (barrel) dan kifosis

19. Terjadi tanda-tanda diabetes mellitus dan intoleransi glukosa.



II. Gigantisme

Tanda dan gejalanya meliputi :



1. Keabnormalan skeletal dan tanda-tanda intoleransi glukosa seperti yang terlihat pada penderita akromegali

2. Pembesaran tumor pituitari (yang menyebabkan hilangnya hormon trofik lain, misal hormon yang menstimulasi tiroid, hormon yang menstimulasi folikel dan kortikotropin).

Penanganan

1. Hipofisektomi kranial atau transfenoidal atau terapi radiasi pituitari dilakukan untuk membuang tumor yang mendasar

2. Penggantian hormon tiroid dan gonadal dan kortison dilakukan sesudah pembedahan

3. Bromocriptine (parlodel) dan octreotide (sandostatin) digunakan untuk menghambat hGh.

Kretinisme yaitu perawakan pendek akibat kurangnya hormon tiroid dalam tubuh. Hormon tiroid diproduksi oleh kelenjar tiroid (gondok) terutama sel folikel tiroid. Penyebab paling sering dari kekurangan hormon tiroid adalah akibat kurangnya bahan baku pembuat. Bahan baku terpenting untuk produksi hormon tiroid adalah yodium yang biasanya terdapat pada garam yang beryodium. Kretinisme dapat terjadi bila kekurangan berat unsur yodium terjadi selama masa kehamilan hingga tiga tahun pertama kehidupan bayi. Hormon tiroid bekerja sebagai penentu utama laju metabolik tubuh keseluruhan, pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta fungsi saraf. Sebenarnya gangguan pertumbuhan timbul karena kadar tiroid yang rendah mempengaruhi produksi hormon pertumbuhan, hanya saja ditambah gangguan lain terutama pada susunan saraf pusat dan saraf perifer. Bila kurangnya hormon tiroid terjadi sejak janin, maka gejalanya adalah defisiensi mental (IQ rendah) disertai salah satu gejala atau keduanya yaitu:

Gangguan pendengaran (kedua telinga dan nada tinggi) dan gangguan wicara, gangguan cara berjalan (seperti orang kelimpungan) ,mata juling, cara berjalan yang khas, kurangnya massa tulang, terlambatnya perkembangan masa pubertas dll.

Bila kekurangan hormon tiroid akibat kurangnya yodium terjadi pada masa kanak-kanak atau masa pertumbuhan, maka hanya terjadi perawakan yang pendek tanpa retardasi mental. Penderita biasanya kurus dan mukanya tetap menua sesuai umur disertai cara berjalan yang khas. Kekurangan hormon tiroid dapat menyebabkan perawakan pendek tetapi kelebihan hormon tiroid tidak menambah tinggi badan tetapi menyebabkan penyakit lain yaitu hipertiroidisme.

Terapi yang paling baik untuk kretinisme adalah pencegahan. Pencegahan dapat dilakukan dengan menkomsumsi makanan yang diberi garam beryodium atau pemberian suplemen yodium terutama pada daerah endemic kurangnya yodium. Pada kurangnya yodium yang terjadi pada masa kanak-kanak dapat diberikan terapi hormone tiroid dari luar misalnya levo-tiroksin hingga kadar tiroid stimulating hormone (TSH) normal dicapai sambil memberikan suplemen yodium untuk merangsang produksi hormon.


Written by

Terimakasih sudah membaca artikel saya. Semoga apa yang saya sampaikan dapat berguna kedepannya. Jangan lupa tinggalkan jejak ya :D

0 comments:

Poskan Komentar

 

© 2014 My Dreams Come True by Andre Veliana Verry. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top